kunci sukses penggiling padi dari kerja keras dan konsistensi

Tidak menyangka jika di tengah desa dan sawah ada penggilingan padi yang lumayan besar. Gudang tersebut terletak di satu kilometer dari jalan raya nganjuk-kediri.

Sesampai di gudang. Ibu yang sudah mulai cukup usia itu tampak sedang memperhatikan penjemuran padinya. Memang di akhir bulan seperti ini sudah saatnya musim penghujan, jadi tiap kali sudah masuk siang hari, siap-siap penjemuran di tutup dengan terpal dan dimasukkan ke karung sak.

Setelah tahu saya yang berada dibelakangnya, ibu dari dua anak tersebut sejenak meluangkan waktunya untuk mengobrol di ruang tamu yang juga tersedia di gudang penggilingan padi itu. Jangan salah lho, ruang ini memang sengaja dibuat untuk menyambut kehadiran para tamu dan juga disiapkan pula musholla di belakang.

Cerita demi cerita, Bu Noh bercerita dimana dia dan suaminya memulai usaha itu dari nol. Dahulu memang suaminya seorang perangkat desa, namun istrinya yang jeli mulai menangkap peluang usaha bercocok tanam padi. Berawal dari menggarap padi, menyewa lahan dan hingga akhirnya membeli tanah sawah. Semua itu dari jeri payah dan tabungan dari sisa-sisa keuntungan dari penggilingan padinya. Memang Bu Noh selalu berpikir panjang, jika masa depan itu harus disiapkan dengan matang dan keuntungan hari ini harus ditabung.

Kerja keras dan berhemat membuahkan hasilnya hingga sekarang. Anak-anaknya dari kecil di didik untuk hidup sederhana dan bisa bergaul dengan sessama. Namanya juga orang tua, dimulai dari dirinya sebagai conoth agar bisa ditiru anaknya. Sebagai contoh saja anaknya tidak diberikan kalung atau anting dari emas dan bergaul dengan tidak membeda-bedakan dari golongan. Semua golongan itu baik kaya maupun miskin sama saja, dan harus kita perlakukan dengan hormat.

Selain hormat, satu yang hars dijaga yaitu kepercayaan. Dalam berbisnis harus jujur dan dapat dipercaya baik oleh supplier maupun buyer. Jika unsur kepercayaan tidak dilakukan mungkin bisnis yang berkelanjutan sulit bertahan. Bu Noh pernah mendapat mengambil kontrak untuk pengadaan jagung. Kontrak itu ditanda tanganinya dengan perusahaan besar dari daerah Kediri. Tidak tanggung-tanggung waktu itu dia take kontrak 200 ton jagung. Harga kontrak sudah pasti. Ini merupakan usaha barunya selain padi. Awalnya berjalan lancar namun saat kontrak dalam setengah jalan, harga jagung naik sekitar 30%. Karena harga kontrak sudah disetujui dan bahannya naik, maka mau tidak mau Bu Noh harus menanggung kekurangannya. Sudah hampir Rp 100juta lebih dana dia keluarkan untuk menalangi kekurangannya. Yang pada akhirnya dana sudah mulai habis, dan jalan keluarnya adalah penjualan aset. Bu Noh tidak putus asa, setelah berunding dengan keluarga, akhirnya dia menjual mobil pribadinya dan mulai menepati kontraknya lagi.

Kerja keras selalu ada jalan pintas. Akhirnya juga Bu Noh mendapat subsidi dana dari pihak buyernya yang menjalin kontrak. Kontrak pun akhirnya selesai. Dan hingga sekarang Bu Noh dikenal baik olehnya dan bahkan jika merasa kekurangan dana untuk memasok bahan baku lagi, dia siap menggelontorkan pinjaman langsung kepadanya. Hmmm, asal tahu saja Bu Noh dengan perusahaan dari Kediri tersebut tidak pernah tatap muka lho, Cuma komunikasi lewat telpon.

Usaha tetap berjalan kencangnya namun usia pemilik yang semakin bertambah sepertinya kurang bisa mengimbanginya. Mau tidak mau keadaan memaksa untuk regenerasi. Anaknya yang laki-laki mulai sedikit demi sedikit ikut terjun ke lapang membantunya mengelola usaha. Sayang usaha yang sudah besar itu jika harus berhenti.

Tapi ada yang harus ditekankan kepada anaknya sebagai pengusaha itu. Jauh sebelumnya harus menabung untuk masa depan. Ibarat sungai, sungai bisa saja penuh dengan air tapi ada kalanya air itu surut. Usaha memang tidak selamanya naik terus, pasti juga turun. Nah di saat turun itulah harus disiapkan modal yang telah ditabung sebelumnya. Bagi orang-orang mungkin tidak bermanfaat jika dana itu ditabung dan diendapkan. Bagi dia hal itu tidak demikian, justru saat air surut lah dana itu baru sangat berharga. Alhamdulilah sampai sekarang kondisi usaha masih terus berjalan maju.

Sungguh luar biasa perjuangan dari pengusaha satu ini. Kerja keras dan konsistensinya dalam menjaga kepercayaan patut diacungi jempol.

By : Ahmad Jihan Tamami

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s